.:: RUMAH MENTOR

Beranda » Tips dan Trik » 30 Variasi Mentoring untuk Pementor Muda (Part 1)

30 Variasi Mentoring untuk Pementor Muda (Part 1)

Kategori

Arsip

Mentoring merupakan salahsatu kegiatan pembinaan yang sangat bagus hasilnya. Selain sifatnya yang tidak terlalu kaku, kegiatan ini juga bisa mendongkrak kreativitas baik dari mentornya maupun adik binaannya. Rumah Mentor sebagai salahstau wadah pembinaan mentor-mentor baik ilmu agama maupun ilmu umum/sains selalu memberikan dan menshare seputar kegiatan mentoring. Di bawah ini ada 30 Variasi Mentoring untuk Pementor Muda, semoga bisa membantu kawan-kawan dalam hal mentoring.

tips mentoring

1. Tentukan tujuan kelompok mentoring bersama-sama.

Hal pertama yang sangat sederhana yang bisa kita lakukan untuk memulai mentoring adalah dengan berdiskusi, berkenalan dan termasuk menentukan tujuan mentoring bersama-sama. Buat apa sih kita mentoring agama? Apa pentingnya kita melakukan mentoring. Tanyakan pada adik-adik apa yang mereka harapkan dari mentoring yang sama-sama akan kita lalui bersama. Dengarkan baik-baik keinginan mereka dan tentukan kapan kita akan mencapainya bersama-sama. Tumbuhkan semangat bahwa kelompok mentoring kita akan bertahan lama dan kita bisa saling mambangun dalam mencapai targetan pribadi tiap-tiap anggota. Kadang ada yang cerita tentang cita-cita yang akan dicapai dalam satu tahun ini. Maka bahas kemungkinan apa saja yang bisa dicapai dari mentoring dalam membantu adik mentor tersebut mencapai cita-citanya. Apa yang bisa teman-teman lain lakukan untuk membantu mewujudkan cita-cita itu. Sampaikan bahwa selain mempelajari agama, mentoring pun bisa menjadi wadah tiap orang untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya.

2. Berdiskusi tentang bagaimana mencari sebuah kegiatan bersama-sama

Setiap orang memiliki passion dan hobi yang berbeda-beda. Mungkinkah passion itu untuk dilakukan di dalam kelompok mentoring? Misal ada seorang adik yang menyenangi main ke gunung, maka kenapa tidak kelompok mentoring bersama-sama merencanakan sebuah perjalanan ke gunung-gunung di sekitar kota. Mungkin juga ada yang senang memasak, maka kenapa kita tidak berkunjung ke rumah salah seorang adik dan mengadakan masak dan makan bersama di sana? Pasti akan sangat menyenangkan!

3. Bantu untuk merencanakan tujuan jangka pendek dan jangka panjang

Mungkin saja pengelola mentoring sudah menentukan sebuah tujuan besar dengan rentang waktu tertentu untuk diwujudkan di dalam kelompok mentoring yang menjadi tanggung jawab seorang mentor. Namun, bagaimanapun juga tujuan besar itu harus disesuaikan dengan keadaan adik mentornya. Bisa saja seorang mentor menggunakan metode dan agenda kegiatan yang berbeda dengan mentor lain dalam mencapai tujuan itu. Sehingga, seorang mentor harus mendiskusikan dengan adik mentor, mengidentifikasikan karakteristik mereka dan mencoba membuat tujuan jangka pendek dan jangka panjang dalam mencapai tujuan besar itu. Aplikasi untuk tips ini juga bergantung dari kedewasaan adik mentor. Jika adik mentor tidak terlalu mengerti dengan tujuan mentoring, ada baiknya mentor membahasakan dengan lebih sederhana dan tidak secara keseluruhan. Cukup bagian-bagian yang dirasa menarik untuk dibahas. Sisanya menjadi tanggung jawab mentor.

4. Makan siang bareng yuk!

Hm, kapan-kapan, kalau antum memiliki rejeki berlebih bolehlah sekali-kali mentraktir adik mentor makan siang di suatu tempat. Tidak usah mencari tempat makan yang berkelas dan mahal, bisa saja mengunjungi tukang baso tahu atau lumpia basah, mentraktir mereka dan makan di sana. Mentoring sembari makan siang terasa lebih santai dan terbuka dibanding mentoring secara formal. Mentoring formal terasa kaku. Kalaupun tidak berupa traktir, acara bisa disetting menjadi botram atau makan siang bareng  dengan membawa bekal makanan di rumah masing-masing. Saya sendiri pernah memvariasikan acara makan siang botram dengan mencampur semua bekal yang dibawa di atas satu wadah. Menariknya adalah kita bisa mencicipi semua makanan yang dibawa oleh adik mentor. Makannya pun melingkar jadi lebih terasa ukhuwwahnya :)

5. Hang Out


Awalnya istilah Hang Out digunakan oleh remaja Amerika yang ngisi waktu dengan kegiatan yang gak jelas bahkan cenderung sia-sia seperti kumpul di bar atau kafe pinggir jalan. Nah, Hang Out disini lebih diarahkan menjadi kegiatan mentafakuri sesuatu. Misal buat kelompok mentoring akhwat bisa main ke Mal dan melihat kondisi remaja saat ini. Kalau ikhwan bisa mentafakuri kegiatan malam dengan jalan-jalan di pusat-pusat keramaian pada saat tengah malam. Di sana akan terlihat wajah asli kehidupan remaja ibukota. Minta mereka mengamati pemandangan yang ada. Setelah itu kumpul di suatu tempat/base camp dan diskusikan hal-hal yang bisa mereka tafakuri dari kegiatan tersebut.

6. Mendengarkan nasyid dan diskusikan lirik serta tren nasyid nasional maupun internasional

Saat ini saya sedang mendengarkan lantunan suara lembut Alm. Chrisye yang menyanyikan lagu religi Thalal Badru. Subhanallah… sangat merdu.. sangat meresap hati dan menggugah tafakur atas kehidupan Nabi Muhamada SAW. Nasyid bisa menjadi alternatif hiburan untuk adik mentor untuk mengisi waktu luang. Selain nadanya yang mengena hati liriknyapun sangat dalam dan memancing rasa ingin tahu saya dalam memaknainya. Begitu banyak lagu nasyid yang diciptakan dan dinyanyikan oleh penasyid nasional maupun internasional. Semuanya seolah berlomba-lomba dalam mensyiarkan islam lewat nada dan kata. Nasyid bisa menjadi media yang baik untuk mengenalkan keindahan Islam dan dasar-dasar islam. Kesenangan terhadap nasyid bisa menghindarkan adik mentor dari musik yang membawa efek negatif seperti yang ada logo “explicit content” nya. Selain itu, kita pun bisa mengenalkan para penasyid dan idealisme yang mereka usung dari kegiatan bernasyid. Wah, lagu Thalaal Badrunya sudah beres, sekarang lagi mendengar lagu Shoutul Harokah yang sangat menghentak-hentak dan bersemangat!

7. Bermain game-game board seperti scrabble.

Mentoring sambil bermain itu lebih efektif dibandingkan dengan mentoring biasa. Mengapa, karena secara ilmu kependidikan permainan itu mengandung beberap poin penting dalam proses pembelajaran. Beberapa diantaranya adalah adanya Kompetisi untuk membangun mental juara, adanya faktor rekreasi yang menurunkan tingat stress seseorang, dan adanya faktor penggunaan otak kanan dalam mengolah informasi. Seperti kita ketahui bahwa kita hampir tidak pernah menggunakan otak kanan dalam model belajar konvensional. Nah, bermain sambil belajar akan mengaktifkan otak kiri dan kanan secara bersamaan.

Beberapa lembaga pelatihan lifeskill terkadang mengeluarkan semacam board game yang akan melatih skill-skill tertentu pada orag-orang yang dilibatkannya. Misalnya cashflow quadrant game board yang dibuat oleh Robert T. Kiyosaki. Game ini melatih pemainnya untuk lebih mudah belajar tentang konsep investasi dan membangun mindset investor bagi pemainnnya. Game lainnya yang menarik adalah permainan scrabble yang menantang pemainnya untuk memperkaya hafalan vocabulary bahasa inggris. Dalam mentoring, game ini bisa dimodifikasi dengan istilah-istilah yang islami.

9. Diskusi mengenai hidup

Tiap orang memiliki pendapatnya masing-masing ketika ditanyai tentang makna hidup. Pada dasarnya hal terpenting ketika kita hidup adalah menjawab tiga pertanyaan mendasar tentang hidup itu sendiri. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah “Darimana kita berasal, Sedang apa kita di dunia, atau akan kemana kita setelah mati”. Masih saja ada orang yang tidak mengerti buat apa hidupnya dihabiskan, tak terkecuali adik mentor kita sendiri. Coba gali dan diskusikan mengenai makna hidup bagi mereka. Diskusikan hal-hal yang bagi mereka sulit untuk dimengerti. Share sudut pandang Antum mengenai hidup dan ceritakan pula bagaimana para sahabat dan Nabi Muhammad menjalani hidup mereka. Diskusi ini bisa mengantarkan mentoring kepada cerita-cerita orang-orang sholeh, sahabat dan kehidupan para Nabi dan Rasul.

10. Bercerita mengenai hal-hal yang disukai, latar belakang keluarga, atau kejadian paling berkesan dalam hidup.

Salah satu kegiatan yang paling menyenangkan dalam mentoring adalah ketika adik mentor mau berbagi mengenai kehidupan mereka. Baik itu mengenai hal-hal yang mereka sukai, tentang keluarga mereka, atau kejadian yang paling berkesan yang pernah mereka lewati dalam hidup mereka. Hidup tidak selalu lurus dan datar. Ada kalanya kita bahagia, sedih, khawatir, shock, surprized, dan mengalami saat-saat yang berkesan dan tak terlupakan. Rasanya ada kekuatan dan kebahagiaan tersendiri ketika kita berbagi cerita itu kepada adik mentor atau adik mentor yang bercerita dalam mentoring. Kegiatan ini akan membangun keterbukaan dalam kelompok dan semakin menyolidkan hubungan antar sesama adik mentor atau antara mentor dan adik mentor.

11. Berbicara mengenai karir

Mari kita berandai-andai yuk! Tanyakan pada mereka mengenai cita-cita mereka kemudian buat semacam sesi berandai-andai. Jika ada yang bercita-cita sebagai pemain bola, maka coba diskusikan hal-hal apa saya yang harus mereka capai secara bertahap untuk dapat mencapainya. Misalkan ada yang bercita-cita ingin menjadi seorang pemain bola, maka kemungkinan hasil “diskusi andai-andainya” adalah memulai dengan sering berlatih seminggu sekali, kemudian mencoba mengkuti perlombaan futsal ataupun sepakbola tingkat sekolah atau tingkat kelurahan. Setelah itu, naik ke tingkat wilayah dan provinsi dan jika berhasil ke tingkat nasional. Jalur lain adalah dengan mengikuti sekolah sepakbola regional yang bisa mengantarkannya kepada pelatihan yang lebih professional lagi. Contoh lain lagi adalah jika ada yang ingin menjadi seorang profesional IT. Kemungkinan hasil diskusi angan-angannya adalah dengan mulai mempelajari pemrograman sejak sekarang, kemudian mengikuti lomba-lomba pemrograman atau olimpiade ICT dan belajar yang keras agar dapat kuliah di jurusan Teknik Informatika. Cara lain untuk menjadi profesional IT adalah dengan mencoba membuat program sederhana yang langsung dapat dipublish online seperti membuat aplikasi Android atau aplikasi Facebook. Mentor dapat mendorong mereka mencapai cita-cita itu dan meyakinkan bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini selama kita mau berusaha keras. Yang penting semangat!!

12. Bertukar kado

Ungkapkan cinta dengan sebuah kado. Yah, kira-kira begitulah tema dari kegiatan ini. Kita mengajak adik mentor untuk mengungkapkan cinta kepada sesama anggota mentor dengan membelikan hadiah yang berisikan barang yang paling dia sukai. Tentu untuk mengetahui barang apa yang disukai tidak etis kalau langsung ditanyakan ke orang yang bersangkutan melainkan dengan cara “menyelidiki”. Di sinilah menariknya. Rasulullah menyunnahkan agar kita terbiasa memberi hadiah kepada orang yang kita sukai. Hadiah itu tidak perlu yang mewah ataupun mahal, karena esensinya adalah pengungkapan rasa cinta karena Allah terhadap saudara seperjuangan. Adik mentor dibebaskan untuk menentukan kepada siapa dia akan memberikan hadiah tetapi dilarang untuk menanyakan langsung. Cari cara untuk mencari tahu kesenangan orang yang dituju. Budget tidak usah besar-besar, karena bukan harga barangnya yang dituju.

13.Ajarkan adik mentor untuk membiasakan menulis

Sampai saat ini tidak ada sistem pendidikan kita dari SD-KULIAH yang membuat pelajarnya jadi keranjingan menulis. Padahal peradaban menulis itu lebih maju dibanding peradaban membaca dan berbicara. Manusia harus belajar mengekspresikan dirinya dalam bentuk tulisan. Tulisan bisa menggambarkan karakter, suasana hati dan tingkat intelegensia seseorang. Tidak hanya itu, kebiasaan menulis bisa membantu menyalurkan unek-unek hati agar tidak menjadi beban diri sendiri. Menulis juga bisa melatih adik mentor untuk berfikir terstruktur dan lugas. Pada akhirnya kalau kebiasaan menulis bisa mendarah daging maka tulisannya bisa menjadi manfaat untuk orang yang membacanya dan membangun silaturahim dengan pembaca.

Mentor bisa memulai pengajaran dengan meminta adik mentor menuliskan apa saja mengenai dirinya, kegiatannya, orang-orang disekitarnya atau pendangan dia mengenai sesuatu. Setelah menulis minta dia ceriakan atas apa yang dia tulis. Berikan waktu beberapa menit. Setelah itu minta dia menceritakan, atau bahas bersama. Rayakan pekerjaan mereka dengan tepuk tangan atau takbir.

14. Bicara mengenai tampilan yang rapih

Biasanya ini terjadi di mentoring akhwat. Mentor berbicara mengenai penggunaan jilbab yang rapih, pemilihan warna yang sepadan dan gaya kerudung yang unik tapi syar’i. Baiknya bawa beberapa contoh model yang didapat dari internet atau majalah, kemudian bawa beberapa contoh jilbab untuk dicoba oleh adik mentor.

Hm, saya(ayyash) memang tidak ahli masalah pakaian wanita. Tapi umumnya wanita itu sangat senang dengan fashion dan peduli sekali dengan penampilan. Berbicara mengenai jilbab dan pakaian muslimah akan menambah ketertarikan tersendiri untuk adik mentor yang belum memiliki motivasi yang kuat untuk mulai menutup aurat.

Kalau ikhwan memang tren fashionnya gak seheboh tren fashion akhwat, tapi ikhwan itu terkenal sebagai gender yang jorok (ups… :) . Ada baiknya mentor ikhwan berbagi mengenai tata aturan berpenampilan rapih seperti rajin menggosok gigi, penggunaan wewangian, memotong rambut atau model/merk baju/koko yang fashionable.

Bersambung ke Part (2) |  Sumber:  rohis.itsar.org

Iklan

1 Komentar

  1. Perko berkata:

    Terima kasih infonyaaaa…. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Job ngajar langsung dikirim ke email

Bergabunglah dengan 26.948 pengikut lainnya

MITRA KAMI

Bimbel BatasaCampus Tutorial Bimbel Alquran Cikaka Les Privat Bandung Rumah Privat Les Privat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi

JEJARING

Sekolah Mentor Logo Sekolah Guru Rumah Guru Indonesia
Oktober 2014
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
lowongan-magang
%d blogger menyukai ini: