.:: RUMAH MENTOR

Beranda » Lowongan Pengajar » Apa yang Harus Dilakukan oleh Guru Sebelum Mengajar?

Apa yang Harus Dilakukan oleh Guru Sebelum Mengajar?

Kategori

Arsip

Halo sobat mentor, kamu baru pertama kali jadi guru atau pengen tau persiapan apa aja yang harus dilakukan idealnya sebelum mengajar..? 🙂 Yuk smak ulasannya di bawah ini.

Rumah Mentor, Lowongan Guru, Lowongan NgajarMemasuki tahun ajaran baru,  tentu ada hal penting yang tidak bisa dilupakan oleh para pendidik, yaitu persiapan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran sangat penting bagi seorang pendidik karena akan berpengaruh terhadap persiapan, proses, dan evaluasi belajar. Perangkat tersebut harus disusun berdasarkan kebutuhan dan  mengacu kepada silabus atau kurikulum yang berlaku.

Permasalahannya adalah, apakah para pendidik saat ini sudah mengembangkan silabus dan rencana pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran (selanjutnya disingkat RPP)? Ingat, seorang guru harus dapat mengembangkan silabus dan RPP agar pembelajaran mencapai hasil yang baik dan dapat membentuk karakter peserta didik.

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Untuk mengimplementasikan program pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun RPP. RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar.

Dalam menyusun silabus maupun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang mencakup Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam silabus dan RPP-nya. Perbedaan antara silabus dengan RPP adalah di dalam RPP, secara rinci, guru harus menuliskan Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaiannya.

Langkah-langkah penyusunan RPP adalah (1) mencantumkan identitas, (2) mencantumkan tujuan pembelajaran, (3) mencantumkan materi pembelajaran, (5) mencantumkan metode pembelajaran, (6) mencantumkan sumber belajar, serta (7) mencantumkan penilaian.

1) Mencantumkan Identitas

Identitas yang dicantumkan meliputi Nama Sekolah, Mata Pelajaran, Kelas/Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, Alokasi Waktu. Yang perlu Anda ingat adalah: (1) RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar; (2) Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator Anda kutip dari silabus yang disusun oleh satuan pendidikan; (3) Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan, yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan.

2) Mencantumkan Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran yang dirumuskan berisi  penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional, rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan dapat terdiri atas satu atau beberapa tujuan.

Tujuan pembelajaran yang dikembangkan harus mempertimbangkan format ABCD.

  1. a) Tujuan pembelajaran yang dinyatakan dengan baik mulai dengan menyebut Audience peserta didik untuk siapa tujuan itu dimaksudkan.
  2. b) Tujuan itu kemudian mencantumkan Behavior atau kemampuan yang didemonstrasikan dan Conditions seperti apa perilaku atau kemampuan yang akan diamati. Behavior atau kinerja yang dinyatakan dalam tujuan seharusnya mencerminkan kemampuan dunia nyata yang dibutuhkan oleh siswa, bukan kemampuan artifisial atau tidak nyata/buatan semata-mata untuk berhasil dalam tes. Pernyataan tujuan seharusnya memasukkan kondisi-kondisi saat siswa melakukan kinerja yang dievaluasi.
  3. c) Pernyataan terakhir tujuan pembelajaran yang dirumuskan dengan baik adalah rumusan itu menunjukkan standar, atau kriteria, yaitu kriteria yang digunakan untuk menilai kinerja siswa, misalnya, tingkat kecermatan atau ketuntasan seperti apa yang harus diperagakan siswa. Itulah Degree.
  4. d) Contoh tujuan pembelajaran:

Diberikan sebuah daftar kata benda dan kata kerja (C), siswa (A) akan dapat mengidentifikasikan kata benda (B), dengan menandai paling sedikit 75 persen benar (D).

3) Mencantumkan Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran  adalah  materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus.

4) Mencantumkan Metode Pembelajaran

Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.

5) Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Untuk mencapai suatu kompetensi dasar, guru harus mencantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Akan tetapi, dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, di dalam kegiatan pembelajaran harus tercermin kegiatan meliputi (1) Eksplorasi, yaitu serangkaian kegiatan pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mencaritemukan berbagai informasi, pemecahan masalah, dan inovasi, (2) Elaborasi, yaitu serangkaian kegiatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengekspresikan dan mengaktualisasikan  diri melalui berbagai kegiatan dan karya yang bermakna, dan (3) Konfirmasi, yaitu serangkaian kegiatan pembelajaran yang memberi kesempatan bagi peserta didik untuk dinilai, diberi penguatan dan diperbaiki secara terus-menerus.

6) Mencantumkan  Sumber Belajar

Menurut Arief S. Sadiman (2006) sumber  belajar dapat digolongkan dalam beberapa jenis, yaitu: :

  1. a) jenis orang (people)
  2. b) pesan atau informasi (message), jenis bahan (materials), ke dalam jenis ini sering disebut perangkat lunas (software) yang di dalamnya terkandung pesan-pesan yang perlu disajikan dengan alat bantu atau tanpa alat bantu, misalnya : modul, majalah, OHP, compact disk (CD) programataudata.
  3. c) Alat (device) atau hardware yang menyajikan pesan, misalnya :projector film, video,  TV, Komputer, dan lain-lain.
  4. d) Teknik adalah prosedur rutin atau acuan untuk menggunakan alat, bahan, atau orang dan lingkungan untuk menyajikan pesan, misalnya teknik demonstrasi, kuliah,  ceramah, tanya-jawab, dan sejenisnya.
  5. e) Lingkungan (setting), yaitu tempat yang memungkinkan siswa belajar. Misalnya : gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, museum, taman, kebun binatang, rumah    sakit, pabrik, dan sejenisnya.

Dalam memilih  sumber belajar, guru harus mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan.  Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber belajar tulislah secara lebih operasional. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.

7) Mencantumkan Penilaian

Penilaian harus dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal maupun vertikal. Penilaian dilakukan untuk mengukur kertercapaian kemampuan selama pembelajaran.

Penyajian di atas adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengembangan  silabus dan penyusunan RPP. Hal tersebut harus segera dipersiapkan bahkan harus sudah dibuat saat pembelajaran tahun ajaran baru dimulai. Jadi, tidak ada alasan bagi seorang guru tidak memiliki perangkat pembelajaran karena setiap melakukan sebuah pekerjaan harus menyiapkan  persiapan agar pekerjaan berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. (Ary: kompasiana)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Job ngajar langsung dikirim ke email

Bergabunglah dengan 26.958 pengikut lainnya

MITRA KAMI

Bimbel BatasaCampus Tutorial Bimbel Alquran Cikaka Les Privat Bandung Rumah Privat Les Privat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi

JEJARING

Sekolah Mentor Logo Sekolah Guru Rumah Guru Indonesia
Desember 2014
S S R K J S M
« Nov   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
lowongan-magang
%d blogger menyukai ini: