.:: RUMAH MENTOR

Beranda » Tips dan Trik » Tips Mengisi Waktu Libur bagi Guru

Tips Mengisi Waktu Libur bagi Guru

Kategori

Arsip

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang guru untuk mengisi waktu liburan agar lebih produktif. Dalam artikel dibawah ini kami dari Rumah Mentor mau sharing salahsatu artikel dari web sobat kita gurucerdas.com seputar waktu liburan bagi guru agar lebih bermanfaat, Berikut ulasannya.

liburan-guruSaat bulan Desember dan Juli, anak-anak sekolah libur, gurupun juga “libur”. Mengapa saya tulis “libur” untuk guru diberi tanda kutip. Karena sesungguhnya, berdasarkan pengalaman saya selama lima belas tahun menjadi guru, libur bagi guru bukanlah libur dalam arti yang sesungguhnya. Boleh orang di luar profesi guru   berkomentar, guru itu enak siswanya libur ….. gurunya juga ikut  libur, gajinya gede banyak liburnya, bisa liburan panjang tanpa cuti, bla…bla…bla….Itulah yang sering saya dengar di telinga saya selama ini ketika musim libur sekolah tiba.

Bagi siswa, libur ya libur dalam arti yang sesungguhnya. Mereka tidak buka buku dan bisa bersenang-senang seperti lagunya Tasya kecil ….

Libur tlah tiba …. libur tlah tiba ….hore…hore….hore….

Simpanlah sepatu buku, lupakan keluh kesahmu

Libur tlah tiba …. libur tlah tiba ….hatiku gembira ….

Jika siswa libur, apakah guru juga libur? Tidak! Libur mengajar memang betul, tetapi tidak bisa libur dalam arti yang sesungguhnya. Pada bulan Desember, kegiatan belajar mengajar siswa semester gasal berakhir, bulan Januari kegiatan belajar mengajar siswa semester genap dimulai. Demikian juga pada bulan Juni, kegiatan belajar mengajar semester genap berakhir, dan kegiatan belajar mengajar semester gasal dimulai.

Lalu apa saja yang dilakukan oleh guru jika siswanya libur?

  1. Melakukan motivasi untuk dirinya sendiri dan teman-teman guru di sekolahnya.

Banyak sekolah yang pada saat liburan seperti ini melakukan out bond untuk memunculkan semangat yang baru bagi bapak dan ibu guru. Selama bekerja satu semester itu, pasti ada rasa jenuh, mungkin juga muncul perselisihan dengan temannya.  Rasa jenuh, tidak enak, bosan, marah, dendam, dll dihilangkan saat libur sekolah tiba. Kegiatan motivasi ini bisa dilakukan sendiri atau kelompok. Saat libur, memang diakui ada satu dua hari guru liburan bersama keluarganya. Tetapi berikutnya, persiapan baik materi maupun  psikologis untuk kegiatan di semester berikutnya harus dilakukan. Jadi, libur guru tidaklah sebanyak libur siswa.

  1. Piket sekolah

Saat libur sekolah, sebagian besar guru juga tidak ke sekolah. Walaupun tetap ada pekerjaan, tapi lebih nyaman dilakukan di rumah. Seperti saya dan teman-temen saya, diberi tugas untuk membuat soal uji coba, masing-masing mengerjakan di rumah. Diskusi bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi BBM, telpon, WA, facebook, dan bahkan untuk pengecekan dokumen kami menggunakan email.

Guru-guru tidak datang ke sekolah, sekolah menjadi sepi. Tentunya tidak dikehendaki. Sebab namanya memberikan pelayanan kepada masyarakat, tentunya harus ada yang tetap stand by di sekolah. Sewaktu-waktu masyarakat atau dinas membutuhkan bantuan saat libur sekolah, ada dari kami yang siap untuk melayani. Untuk itu, ada beberapa hari guru harus berangkat saat libur untuk piket. Jika sudah dijadwalkan sekolah, ya itu harus dilaksanakan. Jadi, tidak benar jika selama liburan itu, guru tidak ke sekolah sama sekali.

  1. Penerimaan siswa baru.

Ada kegiatan rutin yang dilakukan di saat liburan semester genap, yaitu penerimaan siswa baru. Tentunya, jika menyangkut masa depan sekolahnya seperti ini, saat liburan guru juga tetap harus bekerja. Biasanya kegiatan ini pelaksanaannya sangat panjang, promosi-promosi berbulan-bulan lamanya, dari Januari. Hari H penerimaan siswa baru dilakukan sekitar satu minggu atau dua minggu saat libur sekolah. Dari mulai persiapan, pendaftaran, daftar ulang, sampai pengumuman. Bahkan setelah pengumuman ada persiapan kegiatan masa orientasi siswa baru. Jadi guru pada bulan Juli kapan liburnya? Kalau guru yang mendapat tugas penerimaan siswa baru seperti itu ya tidak ada liburnya. Nah, begitulah setiap tahun.

 

  1. Persiapan Ujian Nasional sampai Penerimaan Ijazah.

Selain penerimaan siswa baru, kegiatan yang prosesnya cukup panjang juga adalah Ujian Nasional. Persiapannya, bahkan satu tahun. Liburan semester gasal di sebagian besar sekolah mengadakan les tambahan untuk para siswanya. Kelas VI, IX, atau XII untuk mapel Ujian Nasional biasanya ada tambahan pelajaran di luar pelajaran rutin. Guru masuk juga. Les, home visit, uji coba UN, Ujian praktik, Ujian Kejuruan, Ujian Sekolah, Ujian Nasional, itulah diantaranya kegiatan yang harus dilakukan siswa akhir sebelum mereka lulus. Guru tentunya sangat sibuk untuk melayani mereka. Tidak berhenti di UN saja, ada kegiatan lagi seperti wisuda, dan penulisan –penulisan ijazah. Pengalaman saya penulisan ijazah, tanda tangan, pembagian ijazah justru dilakukan saat libur sekolah semester genap. Guru yang dapat tugas  untuk hal tersebut, tidak akan bisa berhenti bekerja, meskipun libur sekolah.

 

  1. Membuat rencana pembelajaran untuk kegiatan belajar mengajar di semester berikutnya.

Jangan melihat bulan Desember dan Juni sebagai akhir kegiatan belajar mengajar saja, kemudian guru bisa libur. Tapi lihatlah di bulan Januari dan Juni sebagai awal kegiatan belajar mengajar berarti guru harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Mulai dari membuat prota, promes, silabus, RPP, materi, soal, modul, dsb.  Meskipun guru yang sudah bertahun-tahun mengajar sudah punya dokumen itu, proses pengeditan sedikit atau banyak tetap harus dilakukan. Karena apa yang kita lakukan di tahun berikutnya, tentunya harus lebih baik, bukan?

 

  1. Membuat rencana untuk kegiatan di sekolahnya.

Guru pasti mempunyai jabatan atau tugas tambahan lain sebagai kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara sekolah, urusan pengajaran, urusan koprasi siswa atau koprasi sekolah, urusan sarana dan prasarana, pembina OSIS, ekstrakurikuler, bahkan wali kelas juga membuat program kerja untuk semester berikutnya.

Apa akibatnya jika tidak ada perencanaan untuk tugas tambahan di luar mengajar? Kegiatan sekolah di semester berikutnya bisa kacau. Untuk itu, sebagain besar guru yang memiliki tugas tambahan biasanya di saat tidak mengajar seperti ini, pikirannya dialihkan untuk sekolah. Evaluasi terhadap yang sudah dilakukan sampai sejauh mana keberhasilannya, dan apa yang akan dilakukan agar menjadi lebih baik di semester berikutnya.

  1. Membuat rencana untuk pengembangan diri dan profesinya

Tentu setiap guru menginginkan kenaikan gaji, bonus, tunjangan, pangkat, prestasi, dsb. Rencana pengembangan diri dan profesi akan lebih baik jika dilakukan pada saat liburan seperti ini. Pengembangan diri dan profesi contohnya belajar, buka aturan pemerintah dan pelajari tentang kenaikan pangkat, kenaikan kesejahteraan guru, sertifikasi,  bonus karena prestasi, tambahan tunjangan dll. Apakah guru tidak punya keinginan untuk mendapatkan itu semua?  Pasti ada keinginan dan semua guru baik PNS maupun swasta memiliki kesempatan untuk itu. Tapi untuk mendapatkannya tidaklah mudah, harus ikut aturan yang telah ditetapkan. Misalnya harus membuat publikasi ilmiah, penulisan populer, karya inovasi, supervisi, evaluasi diri, dsb.  Lihat guru-guru prestasi tingat nasional, tidak hanya guru PNS, guru swasta juga banyak, dan bonusnya luar biasa. Libur sekolah, saatnya buat rencana dan lakukan projek, penelitian, inovasi untuk dapat bonus dan pengalaman yang menakjubkan. (gurucerdas.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Job ngajar langsung dikirim ke email

Bergabunglah dengan 26.948 pengikut lainnya

MITRA KAMI

Bimbel BatasaCampus Tutorial Bimbel Alquran Cikaka Les Privat Bandung Rumah Privat Les Privat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi

JEJARING

Sekolah Mentor Logo Sekolah Guru Rumah Guru Indonesia
Desember 2016
S S R K J S M
« Nov   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
lowongan-magang
%d blogger menyukai ini: